Kota Bitung Gemakan Kesadaran Cinta Lingkungan dan Kehidupan Laut

IMG_20190606_173858

  • “Laut butuh CINTA bukan Sampah”

ESN, Bitung – Yayasan Suara Pulau bersama Sekolah Lingkungan Bitung dan didukung oleh Pemda Kota Bitung adakan kegiatan Penggalangan Dana untuk Program Belajar Bersama Alam di Kepulauan KITABANGGA (KInabuhutan, TAlise, BAngka, dan ganGGA) dan Bitung -Sulawesi Utara dengan menggelar LIVE ACCOUSTIC & TALK SHOW Bersama Kaka Slank.

Yayasan Suara Pulau bersama Sekolah Lingkungan Bitung dan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Bitung, kembali menyuarakan pentingnya upaya pelestarian lingkungan dan kehidupan laut, khususnya di wilayah laut dan kepulauan seputar kota Manado, Sulawesi Utara dengan menggelar aksi Musik Akustik dan Diskusi Kelestarian Lingkungan dan Kehidupan Laut untuk Program Belajar Bersama Alam bareng Kaka, personil grup band ternama Slank.

Pendiri yayasan Suara Pulau Ulva Takke, menuturkan, kegiatan ini adalah bentuk gerakan kelompok masyarakat pelestari lingkungan dan kehidupan laut dan pemerintah sebagai jawaban atas meningkatnya ancaman pemanasan global, ekspansi kegiatan ekstraktif di pulau-pulaus sekitar kota Manado, serbuan sampah plastik, gaya hidup tidak ramah lingkungan, dan sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut.

“Yayasan Suara Pulau percaya bahwa diperlukan upaya edukasi dan penyadartahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat, generasi muda, dan pemerintah untuk sama-sama menyelamatkan lingkungan dan kehidupan laut yang ada di sekitar kota Manado, Sulawesi Utara, salah satunya dengan kegiatan penggalangan dana pendidikan Belajar Bersama Alam melalui Live Acoustic dan Talk Show bersama Kaka Slank,” ujar Ulva Takke, pendiri Yayasan Suara Pulau.

Terkait kegiatan tersebut, Walikota Bitung, Max J. Lomban, SE., MSi, mengatakan, “Adalah salah satu komitmen kota Bitung untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan laut bersama elemen masyarakat, khususnya generasi muda, kita sangat antusias dan mendukung kegiatan seperti ini”, kata Lomban.

Sementara itu, Khouni Lomban Rawung, Kepala Sekolah Lingkungan Bitung mengatakan: “Sekolah adalah salah satu sarana paling ampuh untuk mendidik generasi muda untuk lebih memahami pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan laut melalui bahan ajar yang aktual dan dapat diterapkan langsung di kehidupan sehari-hari.”

“Ujungnya adalah perubahan pola pikir dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk mereka yang nantinya akan jadi pemimpin masa depan dan warga negara yang lebih baik,” tambah Khouni.

Hasil dari penggalangan dana di atas nantinya akan digunakan sebagai biaya operasional pendidikan lingkungan masyarakat lokal di gugusan pulau KITABANGGA yang telah dilakukan sejak tahun 2014 Hasil di lapangan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat gugusan pulau tersebut untuk menerapkan kehidupan ramah lingkungan, tidak menggunakan bom dan jaring yang merusak terumbu karang dalam mencari ikan, tidak membuang sampah plastik ke laut, dan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian sumber daya air yang ada.

Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki 283 pulau bernama berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, hal ini menunjukkan besarnya tantangan dan peluang yang dihadapi bersama terkait masa depan pengelolaan pulau-pulau tersebut.

Maka dari itu, Yayasan Suara pulau kerap menggaungkan pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan di pulau-pulau tersebut melalui gerakan pendidikan lingkungan dan partisipasi masyarakat pulau.

“Data di atas menunjukkan bahwa masih dan akan terus diperlukan upaya besar untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut di pulau-pulau tersebut, termasuk dari ancaman serius kegiatan ekstraktif di pulau-pulau yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) mineral seperti biji besi dan nikel,” tambah Ulva.

Sementara itu duta Suara Pulau, sekaligus penyanyi pecinta lingkungan Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank menyatakan, ”Sebagai pribadi yang cinta Indonesia, khususnya pulau-pulau yang cantik dan menawan, saya selalu minta seluruh generasi bangsa Indoneia, khususnya generasi muda agar tidak merusak lingkungan dan kehidupan laut dengan tujuan keuntungan jangka pendek semata, viralkanlah kegiatan atau hal-hal positif lainnya mengenai pelestarian lingkugan dan kehidupan laut melalui media sosial yang ada saat ini, agar kebiasan positif mereka menular”, ujar Kaka Slank.

Kegiatan pencarian dana ini berlangsung selama 3 hari yaitu Acara Eco dinner di PPS Tasikoki Watudambo, acara puncak Live Accoustic dan Talkshow di BPU kantor walikota Bitung dan acara Diving dan snorkeling di Domus Piramidis dugong di pulau Bangka dengan didukung sepenuhnya oleh Pemerinta Daerah Bitung, Mimpi Indah resort (Pulau Bangka), Bitung GoGreen Movement, Yayasan Masarang / Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST), Percetakan Ourway Bitung.

(eko)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s