Temukan Bukti Kejanggalan Atas Kematian Anthonius Supit, Kibar Bakal Bongkar Siapa Dalang Dibaliknya

IMG_20190527_222056

ESN, Bitung – Meninggalnya Antonius Supit atau yang biasa disapa “ko Hen” tahun 2017 silam, masih menyisakan misteri.

Ko Hen ditemukan meninggal di lokasi proyek DAM di Desa Sukur Kecamatan Aermadidi Minut, Sabtu (14/07/2017) silam.

Terkait meninggalnya Ko Hen yang masih menjadi tanda tanya ini, LSM Komunitas Independen Bersama Azas Rakyat (KIBAR) menyatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti-bukti kejanggalan penyebab kematian Alm Anthonius Supit.

Menurut Presiden LSM KIBAR, Andreas R Lasut, dari bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan, terindikasi penyebab kematian politisi Alm Anthonius Supit bukan karena bunuh diri apalagi sakit jantung.

“Walaupun surat keterangan yang diterbitkan pihak kepolisian ada dua versi, yakni akibat terjerat tali alias bunuh diri dan jatuh terkena benda tupul akibat serangan jantung. Namun, bukti-bukti serta hasil analisa yang kami dapatkan bertolak belakang dengan surat keterangan itu dan kuat indikasi penyebab kematian Alm karena dibunuh,” kata Andreas kepada sejumlah wartawa, Rabu (22/05/2019).

Andreas juga menjelaskan, indikasi penyebab kematian Alm Anthonius Supit adalah dibunuh, hal itu terlihat dari luka memar di leher sebalah kiri yang diduga akibat benda tumpul, serta luka akibat cakaran kuku di leher, yang diduga kuat akibat terkena kuku Alm sendiri, karena mencoba melepas tali yang melingkar di lehernya.

“Loginya, jika memang Alm benar-benar bunuh diri, buat apa dia berusaha melepas jeratan tali hingga mengakibatkan luka cakaran di leher akibat berupaya membuka jeratan tali,” katanya.

Ditambah lagi kata dia, bekas tali di leher Alm terlihat jelas diatas jakun tidak seperti kasus bunuh diri lainnya yang berada dibawah jakun.

“Bukti kejanggalan lainnya adalah tali yang katanya digunakan Alm bunuh diri hanya sepanjang kurang lebih 1,5 meter dan kuat dugaan menggunakan simpul mati, bukan simpul hidup,” katanya.

Selain itu, menurut Andreas, sejumlah saksi menyatakan posisi Alm ketika ditemukan tergantung dengan seutas tali di kamar mandi di lokasi penambangan batu di wilayah Minut dengan posisi kaki menyentuh lantai.

“Mana mungkin orang bunuh diri dengan cara gantung diri jika kaki masih bisa menyentuh lantai,” katanya.

Bukti-bukti penyebab kematian lainnya yang mengarah ke pembunuhan kata dia masih banyak dan pihaknya akan ungkap di pengadilan dengan harapan jajaran Polres Minut kembali membuka kasus kematian Alm Anthonius Supit.

“Kami akan terus mempresure Polres Minut agar mau membuka kembali kasus kematian Alm Anthonius Supit setelah diterbitkan SP3,” katanya.

Andreas juga menegaskan, pihaknya akan terus melawan pihak-pihak yang mencoba memasung tugas LSM maupun Wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.

“Kita akan terus kawal kasus ini hingga bisa menemukan benang merahnya, siapa sebenarnya dalang dari kematian almarhum”, tandasnya.
(eko)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s