KLB Polio Papua, KKP Bitung Gelar Swiping

IMG_20190325_145529

ESN, Bitung – Menindaklanjuti surat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI nomor SR.03.04/11/636/2019 tentang KLB (kasus luar biasa) Polio yang terjadi di Papua dan Papua Barat, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung melakukan swiping bagi penumpang anak-anak yang berasal dari daerah Papua.

Menurut Kepala KKP Bitung, dr. Pingkan M. Pijoh, MPHM, swiping yang dilakukan sesuai instruksi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dimana KKP harus meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan terhadap penyakit polio di seluruh pintu masuk seperti bandara, pelabuhan, pos lintas batas negara, melalui upaya sebagai berikut, pertama meningkatkan pengawasan alat angkut orang, maupun barang khususnya berasal dari daerah terjangkit KLB Polio, kedua memastikan orang yang datang dari daerah terjangkit KLB Polio telah mendapat imunisasi polio dalam 12 bulan terakhir dengan menunjukan bukti dokumen, dan apabila belum pernah mendapat imunisasi Polio agar diberikan imunisasi Polio di tempat, dan ketiga mencatat identitas lengkap kasus AFP yang ditemukan serta melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat.

“Tiga hal inilah yang wajib KKP lakukan sesuai instruksi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI,” ungkap Pingkan.

Pingkan menambahkan, Langkah KKP Bitung adalah dengan melakukan Swiping penumpang anak-anak dari daerah Papua, yang masuk melalui Pelabuhan Bitung.

“Razia penumpang anak-anak dilakukan di pintu kedatangan dermaga Pelabuhan Samudera Bitung, yang datang dengan kapal milik PT Pelni yaitu KM Labobar berangkat dari daerah Jayapura Papua, sehingga seluruh penumpang anak-anak berusia 15 tahun kebawah dilakukan vaksinasi atau imunisasi polio. Hal ini dilakukan agar wabah tidak menyebar di Sulawesi Utara,” kata Pingkan.

Ditambahkan lagi, menurut Pingkan, sesuai data yang diterima tercatat ada 600 penumpang yang turun di dermaga Pelabuhan Samudera Bitung. Dan petugas KKP berhasil memberikan imunisasi kepada 83 penumpang anak-anak.

“Tadinya ada sejumlah orang tua yang enggan mengizinkan anaknya divaksin, tapi setelah diberikan penjelasan dari petugas kami, akhirnya mereka mau anaknya divaksin polio,” tutur Pingkan sembari menambahkan, bahwa langkah ini dilakukan sesuai instruksi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI soal pencegahan wabah polio .

(eko)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s