Kesaksian asisten I Pemkot Tomohon Boy Mandagi saat selamat dari gempa dan tsunami di Kota Palu

ESN – Dalam ibadah dalam rangka keprihatinan atas musibah yang menimpa Kota Palu yang digelar Pemkot Tomohon, Senin (1/10/2018), Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Tomohon Drs O D S “Boy” Mandagi turut memberikan kesaksiannya saat selamat dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Mandagi menjadi utusan Pemkot Tomohon ke Kota Palu guna menghadiri Festival Palu Nonomi ke-3, yang digelar dalam rangka Hut Kota Palu. Dia sendiri sempat kehilangan kontak dengan keluarga, beberapa saat setelah gempa berkekuatan 7,4 scala reighter terjadi di Kota Palu, Jumat (28/09/2018).

“Saat tengah melakukan persiapan di Hotel Grand Duta, menuju ke hotel Mercure, tempat kumpul para undangan, tiba-tiba terjadi gempa besar selama kurang lebih 10 sampai 15 detik, yang membuat saya terpental namun berusaha untuk tetap sadar dan menghindari benda jatuh, beruntung kamar tidak roboh,” ujarnya.

Setelah gempa sedikit reda, lanjut Mandagi, dia kemudian mengambil tas kecil, jacket, HP dan segera turun ke lobby menggunakan tangga darurat dari lantai IV hotel. Di tengah suasana gelap gulita, dia mendengar suara percakapan tentang adanya bangunan hotel yang ambruk.

“Sampai di lobby, karena air yang datang belum tinggi, saya langsung merekam untuk mengabadikan momen dimana tsunami perlahan mulai mendekati hotel,” tuturnya.

“Saat air mulai besar dan membahayakan, saya segera bergegas naik ke lantai II menggunakan tangga darurat,  dimana saya melihat air datang dari dua arah dan gedung hotel juga bergoyang karena gempa susulan. Saat itu orang-orang di hotel sudah lari menyelamatkan diri, tinggal saya sendiri karena tidak tahu mau kemana,” katanya lagi.

Setelah menunggu air surut selama hampir dua jam, Mandagi kemudian keluar menuju ke Hotel Mercure. Dalam perjalanan dia sempat menolong orang yang terjebak dan bertemu orang-orang yang sedang mencari keluarga mereka

“Suasana saat itu begitu amburadul, jalan penuh sampah dan material sapuan tsunami, dan mayat-mayat mulai terlihat,” ungkapnya lagi.

” Saat tengah mencari posko, saya bertemu petugas BMKG yang akhirnya menghantarkan saya ke bandara untuk selanjutnya pulang ke Tomohon pada hari Minggu siang untuk bertemu dengan istri dan anak saya,” pungkas Mandagi sembari mengatakan apa yang dialaminya di Palu dan selamat dari bencana adalah merupakan kemurahan Tuhan terhadap dirinya.

(Red/Leonardo T/BM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s