Warga Tomohon sesalkan penamaan RSUD Pemkot Tomohon mirip nama tempat usaha Walikota JFE

ESN – Tindakan Pemkot Tomohon menamai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Kota Tomohon, dengan nama “Anugerah”, dimana nama “Anugerah” ini mirip dengan nama tempat usaha milik Walikota Tomohon Jimmy Feidy Eman (JFE), mengumbar protes banyak pihak.

Judie Turambi, warga Tomohon menilai, tindakan penamaan itu bersifat tendensius dan ‘mematikan’ local wisdom orang Tomohon. ” Begitu banyak nama tokoh yang ada di Tomohon, tapi justru diabaikan. Artinya Pemkot Tomohon lalai dan sangat kurang menghargai tokoh-tokoh besar yang menjadi aset Kota Tomohon yang sudah dikenal dunia,” ungkapnya.

“Apakah tidak cukup, aset lainnya yakni Taman Kota yang sebelumnya sudah dinamai “Anugerah Hall, sehingga pemkot kembali menamai RSUD dengan nama yang sama?,” sambung Turambi.

Aula  milik Pemkot Tomohon di lokasi taman Kota Tomohon, juga dinamai “Aula Anugerah”

Turambi juga mengatakan bahwa penamaan tersebut telah menabrak aturan dan mekanisme. Pemkot Tomohon menurutnya agak terburu buru, sehingga tidak menunggu terbitnya Perda, karena sepengetahuannya, sampai saat ini, belum terdengar adanya Perda soal penamaan RSUD tersebut.

Diapun juga turut menyoroti kinerja Anggota DPRD Kota Tomohon yang memilih bungkam. ” Terlebih mereka yang ‘oposisi’ (PDIP), sudahkah mereka melaksanakan salah satu fungsinya yakni pengawasan ? Kontrol mereka terhadap penamaan nama “Anugerah” tidak kedengaran di publik,” semburnya.

Diapun mendesak agar Pemkot Tomohon segera menjelaskan ke publik mengenai aset serta fasilitas pemerintah yang telah dianugerahnisasi itu.

Senada dengan Turambi, Hanny Meruntu, mantan anggota DPRD Kota Tomohon yang juga warga Woloan, ikut menyoroti penamaan RSUD yang baru selesai dibangun itu.

Dia mengatakan, penamaan RSUD memang secara etika, harus melalui mekanisme pembahasan di DPRD, dengan melibatkan seluruh stek holder terkait, terutama masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya dan sejarah, yang nanti merumuskan nama yang tepat untuk RSUD tersebut.

” Hanya herannya, saya melihat DPRD Kota Tomohon memilih diam seribu bahasa dan pura-pura bodoh, ada apa ini?,” sesal Meruntu.

Hingga berita ini dipublish, pemkot Tomohon belum memberikan keterangan resminya. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tomohon Michael Joseph saat dikonfirmasi, terkesan “cuek bebek” dan enggan memberikan keterangan.

Walikota JFE sendiri, berdasarkan penelusuran redaksi, diketahui memiliki sejumlah tempat usaha mulai dari cafe dan restoran hingga apotek dengan nama Anugerah.

Restoran dan Cafe Anugerah, milik Walikota Tomohon yang terletak di pusat Kota Tomohon

(Marcel)

There are 2 comments

  1. Friani

    Bukan namanya yg penting tapi pelayanannya.. Suara segelintir orang pake bawa2 warga tomohon.. Nama saja dipermasalahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s