Minahasa

1000 lampion terbang warnai malam puncak fesdaton 2017

ESN – Malam puncak Festival Danau Tondano yang di gelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa, berlangsung dikawasan lokasi Wisata Budaya Benteng Moraya Tondano, pada Rabu 14 November 2017.

Sejumlah pementasan kesenian tradisional dan Modern ditampilkan di Gedung Amphy Teater, mulai dari penampilan tim Kolintang Pemkab Minahasa, tarian Maengket Remix Kampung Jawa Tondano, Peragaan Barongsai, Paduan Suara Minahasa Regency Choir (MRC), SMS 3 Tondano Choir, Pemuda GMIM Betlehem dan Orkestra Manado String Enaemble (MSE).

Sebelumnya, pada siang hingga sore hari telah digelar Festival Kuliner Minahasa, yang diikuti oleh para Restoran dan Rumah Makan ternama di Kabupaten Minahasa dengan memarkan berbagai macam masakan Minahasa, baik makanan dengan menu halal, non halal bahkan menu ekstrem.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi ini, diawali dengan laporan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agustivo Tumundo SE MSi dan turut dihadiri oleh Kementerian Pariwisata RI yang diwakili Kepala Bidang Bisnis dan Pemerintahan, Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Hendrie Karnoza dan Nyong Purukan, jajaran Forkopimda diantaranya Kajari Minahasa Saptana Setiabudi SH MH, Ketua Pengadilan Agama Tondano, yang mewakili Dandim 1302 Minahasa dan Kapolres Minahasa, Asisten II Sekda Dr Wilford Siagian MA, Asisten IIII Hetty Rumagit SH, segenap pejabat Pemkab Minahasa, Kepala Cabang BRI Tondano, Kepala Cabang BNI Tomohon dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati JWS mengucap syukur atas pembangunan Benteng Moraya dan segala fasilitas yang ada didalamnya ini, seperti tempat berjualan kuliner daerah dan Amphiteater serta fasilitas penunjang lain hampir rampung.

“Tempat ini tentu akan menjadi pusat pariwisata, kuliner dan budaya Minahasa, dimana nantinya juga semua jenis makanan dari halal sampe non halal dan makanan ekstreme akan ada disini,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, untuk memaksimalkan pengelolaan Monumen Benteng Moraya dan segala fasilitas yang ada di dalamnya, agar kedepan bisa menfhasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Minahasa ke depan akan membentuk Badan Pengelola tempat tersebut.

“Kita akan bentuk Badan Pengelola yang nantinya akan mengelola tempat ini, sehingga nantinya sudah bisa menghasilakan PAD untuk menunjang pembangunan daerah. Kita berharap, dengan adanya tempat ini, kita memiliki tempat kuliner yang baru dan konser-konser musik dan budaya akan ada di tempat ini. Benteng Moraya ini menunjukkan kesatuan Minahasa, dimana semua marga orang Minahasa juga ada tercatat disini, menandakan kita orang Minahasa adalah satu,” ujarnya.

Ditambahkan Bupati, Acara Puncak Festival Danau Tondano tahun 2017 yang dilaksanakan di tempat ini, telah menjadi momentum bagi Minahasa dalam mengembangkan sektor pariwisata, seni, budaya dan kuliner daerah.

Sementara pihak Kementerian Pariwisata RI melalui Kepala Bidang Bisnis dan Pemerintahan, Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara, Hendrie Karnoza mengatakan bahwa Kemenpar RI sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang menunjang pariwisata yang dilakukan Pemerintah Daerah.

“Minahasa sungguh luar biasa karena memiliki potensi pariwisata yang sangat baik. Kedepan kami berharal atraksi-atraksi seperti ini dapat dibesarkan lagi, sehingga bersifat nasional bahkan international, kedepan diharapkan juga libatkan daerah-daerah lain, minimal se-Sulawesi dan Kemenpar akan membantu dalam upaya promosi,” tukasnya.

“Kita patut berbangga karena pak Bupati perduli dan konsern dengan potensi pariwisata di daerah dan mau mengembangkannya, seperti contoh dengan adanya Monumen Benteng Moraya ini, karena itulah yang seharusnya terjadi di daerah. Saya berharap ini menjadi sukses awal untuk iven-iven selanjutnya,” pungkasnya.

Adapun dalam puncak kegiatan yang turut melibatkan EO BT Production ini berupa pelepasan 1.000 Lampion Terbang yang bersinar dan Pemasangan 500 Obor Kasih, serta Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara.

Tampak Bupati JWS dan semua hadirin tampil ke depan panggung untuk melepaskan Lampion dengan nyala api yang terang, diterbangkan ke atas udara dan menjadikan suasana meriah dan mempesona.

Akhir dari acara tersebut berupa pemberian Piagam Bupati Minahasa kepada para pengisi acara, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Festival Kuliner dan para pemenang Lomba Memasak Mujair Woku Belanga yang berhasil mencetak Rekor MURI pada Acara Pembukaan Festival Danau Tondano waktu lalu.

(Red01)

0 comments on “1000 lampion terbang warnai malam puncak fesdaton 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: