Minahasa

Catatan Redaksi : Tren perempuan jadi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Sulawesi Utara

ESN – Perempuan menjadi kepala daerah/wakil kepala daerah, tidak bisa dipungkiri semakin menjadi tren di masyarakat Sulawesi Utara. Tren tersebut akhirnya mewujudkan mimpi Pahlawan Nasional wanita asal Minahasa, yakni Maria Walanda Maramis, tentang adanya kesetaraan gender di Bumi Nyiur Melambai. Pendek kata, kualitas, kapabilitas serta daya juang tinggi, dari sosok perempuan dalam pemerintahan tidak boleh dianggap remeh.

Adapun daftar perempuan yang telah sukses membuktikan diri mampu mengalahkan pria pesaingnya, dalam kancah politik Pilkada yakni, Christiany Eugenia Paruntu, sukses menjadi Bupati Minahasa Selatan, Tatong Bara sukses menjadi Walikota Kota Kotamobagu, Sri Wahyuni Manalip sukses menjadi Bupati Kepulauan Talaud, Vonny Anneke Panambunan sukses menjadi Bupati Minahasa Utara, Syerly Adelyn Sompotan sukses menjadi Wakil Walikota Tomohon, serta Yasti Suprejo Mokoagow, sukses menjadi Bupati Kabupaten Bolaang-Mongondow.

Daftar perempuan yang sukses menjadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah tersebut, tentu saja menjadi bukti jika peran dan eksistensi perempuan, ditunjung tangan lembut plus kecantikannya, sangat memberikan pengaruh serta pesona bagi masyarakat Sulawesi Utara, dimana masyarakat kini mulai mempercayai bahwa wanita juga bisa menjadi pemimpin yang dapat mewujudkan mimpi serta harapan mereka untuk hidup lebih sejahtera.

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Minahasa? Jelang Pilkada Minahasa yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 mendatang, terdapat juga sejumlah figur calon pemimpin perempuan yang saat ini tengah digadang-gadang maju untuk bertarung dalam Pilkada Minahasa 2018 mendatang. Mereka adalah Jeany Mumek, Youla Lariwa serta Imelda Nofita Rewah (INR). Figur-figur perempuan tersebut namanya kini mulai terangkat serta dipromosikan untuk menjadi pemimpin di Minahasa.

Dari sederet figur calon perempuan tersebut, yang paling fenomenal serta diunggulkan untuk maju bertarung dalam Pilkada Minahasa 2018, adalah INR. Dari seluruh upaya dan gerakan sosialisasi yang kini gencar dilakukan, baik melalui baliho, serta turun langsung di masyarakat, semakin membuat kepopuleran dan elektabilitas INR jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan Youla Lariwa dan Jeany Mumek, bahkanpun para pesaingnya dikalangan pria.

Ditambah modal suara terbanyak di dapil 4, serta latar belakang identitas “keke langowan asli”, figur INR sangatlah pantas diperhitungkan untuk menjadi calon pemimpin, yang akan menambah panjang daftar wanita yang sukses terpilih menjadi pemimpin di Sulawesi Utara. Dan yang paling penting adalah, jika INR terpilih, maka sejarah baru akan tercipta di Kabupaten Minahasa, bahwa untuk pertama kali, Kabupaten tertua di Sulawesi Utara ini memiliki seorang pemimpin perempuan.

Salam, Redaksi

0 comments on “Catatan Redaksi : Tren perempuan jadi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Sulawesi Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: