Ini alasan Romyj Rumengan getol berjuang untuk kemenangan JWS

ESN – Mungkin tidak banyak yang tahu, mengapah Romyj Rumengan kini getol berjuang agar Jantje Wowiling Sajow (JWS) kembali menjadi Bupati diperiode kedua. Banyak juga yang kemudian berspekulasi termasuk menuduh, bahwa Romyj, hanya mau mengambil keuntungan dari apa yang kini dilakukannya.

Lantas, apa tanggapan pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinana Pusat (DPP) Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI), saat menanggapi berbagai macam spekulasi dan tuduhan yang dialamatkan kepadanya?

Kepada ESN, Rumengan mengungkapkan bahwa, semua yang dituduhkan kepadanya tidaklah mendasar. Karena apa yang kini dilakukannya, yakni bekerja serta berjuang untuk kemenangan JWS hanyalah bagian dari keinginan pribadinya untuk membalas seluruh budi baik JWS, ketika mendidiknya saat bersekolah dahulu di SMA Elfatah Manado.

” Tugas saya hanya satu yakni mengawal guru serta mantan Kepala sekolah, yang telah mendidik saya. Saya bangga pernah memiliki guru yang kini telah menjadi Bupati serta tidak mau korupsi,” imbuhnya.

” Satu yang juga membuat saya bangga bahwa, Mener JWS pernah bilang, jika mau jadi orang kaya jangan jadi Bupati, tapi jadi pengusaha atau wiraswasta, untungnya bisa jadi berkat , melayani masyarakat dan bisa membangun Minahasa,”

Masih dikatakan Rumengan, bahwa dirinya juga sempat kaget,bahwa ternyata selama ini, Mener JWS tidak menerima gaji dari APBD serta Dana makan minum (Mami) pernah di geser untuk membangun jembatan.

“Jarang ada Bupati yang meski bekerja biar tanpa gaji dari APBD bisa eksis dan bekerja untuk membangun Minahasa, sehingga Puji Tuhan, dari hasil servei , ada sekitar 56 % masyarakat masih menghendaki JWS kembali menjadi Bupati dikarenakan prestasinya membangun Minahasa,” ujarnya lagi.

Diapun juga menegaskan, setelah perjuangannya usai dengan kemenangan JWS, maka akan kembali ke Jakarta guna melaksanakan tugas organisasi sebagai ketua PAMI, guna melakukan banyak hal, diantaranya akan melakukan investigasi terhadap masalah Ijasah, jual beli jabatan kepala sekolah SMA/SMK, serta dana Pramuka.

” Sudah ada beberapa kepala sekolah yg sudah memberi uang kepada oknum tertentu, tapi tidak dilantik, uang yang diberi dari 10 – 100 Juta, ini baru laporan sepihak, dan akan segera PAMI investigasi,” pungkasnya.

(*Red01)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s