JWS dilantik sebagai anggota Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal Sulut

ESN – Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL) Cabang Sulawesi Utara, resmi terbentuk dan dilantik Ketua APBL Nasional Made Budiarsa, bertempat di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Ranowangko Kecamatan Tondano Timur, Jumat siang tadi (28/07/2017)

Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa Olga Sajow-Singkoh, ikut masuk sebagai pengurus, dimana JWS masuk sebagai Anggota Dewan Pengawas dan Penasehat. Sedangkan Olga Sajow-Singkoh sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas dan Penasehat.

Made Budiarsa usai melantik pengurus ABPL Cabang Sulut mengatakan, ABPL ini penting dalam tugasnya melestarikan bahasa-bahasa lokal di tengah-tengah masyarakat Indonesia, yang merupakan kekayaan Nusantara.

“APBL mempunyai tujuan yang jelas untuk melestarikan bahasa lokal di Indonesia. Untuk itu, kiranya pengurus Cabang Sulut yang baru ini dapat menjalankan perannya dengan baik sebagaimana cita-cita APBL ini dibentuk,” ujar Budiarsa sembari membawakan materi singkat tentang APBL.

Sementara, Bupati JWS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus APBL Nasional karena APBL boleh terbentuk di Sulut.

“Ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat Sulut dan secara khusus di Minahasa agar bisa menjaga dan melestarikan bahasa lokal masing-masing daerah, karena belakangan ini bahasa-bahasa lokal ini sudah semakin meredup,” kata JWS.

JWS kemudian berharap, dengan adanya APBL ini, nantinya akan melatih kembali generasi-generasi muda di Sulut dan Minahasa khususnya, bisa kembali berbahasa lokal dan cinta bahasa lokal. Dirinya berharap, Minahasa bisa menjadi triger untuk mengembalikan bahasa lokal itu menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.

“Orang-orang sekarang lebih suka bahasa keren atau modern dan tak menggunakan bahasa lokal lagi dan belakangan bahasa lokal mulai hilang. Memang tidak semua wilayah di Minahasa tak lagi menggunakan bahasa lokal, di daerah-daerah pesisir Minahasa masih menggunakan bahasa lokal. Tapi, Tondano Kota sudah jarang, sehingga saya minta tugas adalah APBL bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap penggunaan bahasa lokal,” pungkas JWS.

(*Red01)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s