7 warga negara Philipina dideportasi Imigrasi Bitung

ESN – Kantor Imigrasi Kota Bitung mendeportasi 7 (tujuh) orang laki-laki Warga Negara Philipina. Mereka rencananya akan diterbangkan kembali ke negara asal, dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Philipina via Singapore dengan menggunakan pesawat Silk Air, pkl.14.00 siang nanti, Rabu (21/6/2017).

7 deportan ini merupakan hasil tangkapan Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung. Mereka telah melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Perikanan.

” Mereka telah ditangkap di wilayah perairan kita sejak bulan September 2016 dan Maret 2017 dan mudah-mudahan dalam dua hari ini mereka sudah dapat berkumpul kembali dengan keluarganya di kampung halamannya di Philipina,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kota Bitung M. Soleh.

Lanjut dia, pemulangan 7 Warga Negara Philipina ini hanya berselang satu hari sejak mereka ditangkap. ” ini karena kebijakan keimigrasian kita soal dokumen dan tiket pesawat tersebut adalah Konsulat Jenderal Philipina yang ada di Manado, yang menyediakannya,” imbuhnya.

Adapun nama para deportan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Janel P Mandag
2. Dennis Bayang
3. Jaime Mamuka Podinaung
4. Jove Amonto Wangka
5. Dodong M Sanduka
6. Jay Ar Acebron
7. Antonio Pepito.

Kantor Imigrasi Bitung selang tahun 2017 ini telah mendeportasi secara langsung sebanyak 101 orang laki-laki Warna Negara Philipina karena mereka telah memasuki wilayah Indonesia tanpa menggunakan dokumen perjalanan serta tanpa melalui pemeriksaan keimigrasian.

Mereka ini mayoritas hasil tangkapan TNI Angkatan Laut (SATKAMLA Bitung) dan PSDKP Bitung,  dimana 10 orang hasil tangkapan Kanim Bitung sendiri karena mereka telah menyalahgunakan Izin Keimigrasian yaitu melanggar Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Adapun secara keseluruhan, Jajaran Keimigrasian Sulawesi Utara pada tahun 2017 ini telah mendeportasi sebanyak 248 (dua ratus empat puluh delapan) orang Warga Negara Asing dan mereka dideportasi oleh Kanim Kotamobagu 8 orang RRT, Kanim Manado 1 orang Philipina dan 1 orang RRT, Kanim Bitung 101 WN Philipina dan Rumah Detensi Imigrasi Manado masing-masing 2 orang Bangladesh, 1 Pakistan dan 134 orang Philipina termasuk di dalamnya sebanyak 13 orang Philipina limpahan dari Kanim Tahuna.

Jajaran Keimigrasian Sulawesi Utara tetap terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan baik dilakukan sendiri maupun berkoordinasi dengan instansi lain misalnya forum Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota.

” Karena prinsip keimigrasian kita adalah pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach). Ini berari bahwa orang asing yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan tidak mengganggu kedaulatan NKRI-lah yang boleh berada dan berkegiatan di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Dodi Karnida, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara.

(Marcel)

Author: editorialsulutnews.com

Portal Berita Online di Sulawesi Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s