Advertorial : Bupati JWS dampingi Mensos RI serahkan bantuan non tunai PKH di Kabupaten Minahasa

Bupati JWS saat menyambut Mensos RI Khofifah Indar Parawansa

ESN – Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa untuk menyerahkan langsung Bantuan Sosial (Bansos) Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), bagi keluarga penerima PKH di Minahasa, yang dipusatkan di BPU Tondano, Kamis (11/05/2017).

Sebanyak 7.876 keluarga PKH di Minahasa mendapatkan bantuan yang diberikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sehat (KKS), dimana kartu ini berfungsi seperti ATM yang bisa digunakan untuk menarik rekening di Bank BRI. Adapun bantuan non tunai yang ditransfer ke rekening masing-masing keluarga penerima yaitu sejumlah Rp 500 ribu setiap bulan.

Bupati JWS saat menyampaikan sambutan

“Saya selaku Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kemensos RI atas perhatian yang diberikan terhadap Kabupaten Minahasa khususnya untuk keluarga miskin,” ujar JWS saat menyampaikan sambutan.

JWS berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk memeranngi kemiskinan yang akan berdampak pada masyarakat yang semakin pintar, sehat, sejahtera demi mewujudkan Minahasa dan Indonesia yang hebat.

Para Pejabat yang hadir

Sementara itu, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI Nurpujianto memgatakan total bantuan sosial yang diberikan untuk Kabupaten Minahasa yakni berjumlah Rp 14.885.640.000. Bansos Lansia 76 jiwa dengan total bantuan Rp 152.000.000, penerima beras sejahtera (Restra) 19.490 keluarga dengan total anggaran Rp 26.732.484.000 dan untuk disabilitasi dengan jumlah 30 jiwa total bantuan Rp 90.000.000.

Para Siswa PKH Berprestasi yang menerima bantuan

Selanjutnya asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulut Muhamad Mokoginta yang hadir mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey memberikan apresiasi yang tinggi kepada Mensos Khofifah, karena sudah kali yang kedua mengunjungi Sulut secara khusus di Minahasa untuk tahun 2017 ini.

Dirinya mengatakan, kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak, sehingga dalam rangka memenuhi hak-hak dasar masyarakat, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Minahasa berkerjasama guna berupaya menyukseskan PKH ,untuk menghidupi masyarakat yang bermartabat.

Sementara itu Mensos Khofifah Indar Parawansa menjelaskan juga tentang kegunaan KKS. Menurutnya, KKS dapat digunakan di ATM Bank Negara, dengan maksud agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Ditegaskannya bahwa, bantuan PKH ini tidak di potong, penerimah mulai bulan ini dan seterusnya boleh melakukan pencairan di ATM Bersama untuk kemudahan yang diberikan pemerintah melalui Presiden RI Joko Widodo.

Mensos Khofifah saat menyampaikan arahannya

Ditambahkannya bahwa, untuk menjaga penyelewengan, masing-masing penerima PKH ada pendamping, pendamping inilah yang akan melaporkan disetiap bulan dan akan monitor mendatangi langsung sekolah-sekolah anak-anak penerima PKH, dan anak-anak penerima bantuan ini tidak boleh bolos dari 15 persen 1 bulan. Untuk ibu hamil harus memeriksakan kehamilan tersebut ke dokter, bidan terdekat atau Puskesmas minimal 3 sampai 4 kali dan kalau bayi/balita maka harus dipastiakan melihat KMS nya, apakah bayi tersebut sudah mengikuti proses imunisasi yang semestinya sudah bisa akses bayi dan balitanya, kalau tidak, itu bisa dapat pinalti.

“Untuk peserta yang sudah kena penalty bukan berarti diputus, tetapi hanya sebagai salah satu bentuk pembelajaran kepada orang tua agar anaknya didorang supaya tidak bolos, ibu hamil agar rutin periksa ke dokter demi kebaikan janin, yang punya bayi balita harus ada proses edukasi,” pungkasnya.

Mensos Khofifah saat berbaur ditengah warga

Berikut ini 10 orang penerima KKS debit BRI PKH secara simbolis, Ibu Marlina Lumoundong, Eva Mea, Agustin Kaseger, Hanida, Yohana Langitan, Marsela Karim, Lisye Suoth, Sintje Rompas, Deltje Korengkeng dan Ane Langi. Dan untuk 10 beasiswa berupa tabungan BRI, Junio sebesar 250.000 rupiah untuk anak-anak berprestasi dari keluarga PKH, Inrya Walangi peringkat kelas ke 1 sejak SD sampai SMP dan peringkat 2 olimpiade sains tingkat kabupaten, Syalom Pelealu peringkat satu SMP, Christania Sampouw peringkat 1 SD,Angel Cornelia Lewu peringkat satu pemula putri di lejurda lemkari Sulut, Chelsea Timbuleng peringkat satu lomba catur tingkat kabupaten, Rafael Senduk peringkat 1 selama SD – SMP, Charlie Sajow peringkat 3 bintang vokalia tingkat kabupaten, Nathanael Pangau, peringkat 1 SD, Revando Salainti peringkat 3 kejurda lemkari sulut dan peringkat 1 lari 100 meter dan Levina Rumagiy peringkat 1 SMA binsus.

Mensos Khofifah didampingi Bupati JWS saat menyerahkan Bansos

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut dr Lisye Grace L Punuh MKes, Pimpinan Cabang BRI Tondano M Noeroel Fadjari, Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, Dandim 1302 Minahasa Jubert Nixon Purnama, STh, Kapolres Minahasa yang diwakili oleh Benny Mambu, Anggota DPRD Minahasa yang hadir, Kepala Dinas Royke Kaloh SH dan jajaran pemerintah Kab. Minahasa, tamu serta penerima manfaat PKH yang hadir.

(Advertorial Ads)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s