Sebuah Catatan : Pengucapan Syukur Kota Tomohon 7 Agustus ; Pengucapan Syukur Pemerintah

“Mengucap Syukur atau Berterima Kasih, merupakan suatu tindakan sakral dan sekaligus moral. Tindakan Sakral karena merupakan tindakan liturgis yang dilandasi oleh Iman. Tindakan Moral karena sudah semestinya segala sesuatu yang kita peroleh atau miliki karena ada campur tangan dan bantuan orang lain selain karena Tuhan, maka kita perlu berterima kasih”

Dalam Tradisi Kristen khususnya di Minahasa (dalam arti suku bukan teritori atau wilayah pemerintahan), budaya mengucap syukur atau Pengucapan yang dilaksanakan dengan secara meriah biasanya dilaksanakan pada saat hari raya Natal dan Hari Raya Paskah, jika tidak dihari-hari tersebut maka dilaksanakan pada hari raya Pesta Pelindung Gereja atau Hari Ulang Tahun Gereja di masing-masing tempat.

Pengucapan Syukur di Minahasa, tidak terlepas dari Tradisi Kristen di Minahasa, walaupun barangkali akarnya sudah ada dalam budaya dan tradisi masyarakat Minahasa sejak sebelum Kristen berada di Minahasa.

Namun pelaksanaan Pengucapan Syukur dalam makna Iman Kristen tidak hanya karena berkat-berkat seperti Panen Padi, Cengkeh, Kelapa, kelahiran anak ataupun kematian seseorang dan lain sebagainya, melainkan karena pemaknaan akan Pengucapan Syukur bagi orang Kristen didasarkan pada “IMAN” yang terjabar dalam tiga hal:
Mengucap Syukur karena Percaya bahwa Allah Beserta Kita (Imanuel), Bahwa Allah selain telah menciptakan segala sesuatu termasuk kita, Dia selalu hadir dalam kehidupan kita, dalam suka dan duka Allah hadir dan bahkan terlibat dalam kehidupan kita.

Kita mengucap syukur bukan hanya karena berkat-berkat jasmaniah yang suka cita melainkan juga bersyukur atas berkat-berkat yang menderitakan apalagi menderita karena Dia. Dengan demikian kita mengucap syukur karena kehadiran, keterlibatan dan penyertaan Allah dalam kehidupan kita ini.

”Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:4).

”Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya.”( Mazmur 44:9).

Mengucap Syukur karena Keselamatan Melalui Yesus Kristus. Sebagai orang Kristen tentunya keselamatan melalui Yesus Kristus merupakan Anugrah Tuhan yang luar biasa. Lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi puncak Syukur kehidupan Kristiani. Sehingga Paskah dan Natal benar-benar dipestakan dengan meriah, Kelahiran Yesus menjadi bukti Pemenuhan janji Allah akan keselamatan umat manusia yang dimuliakan lewat kematian di Kayu Salib dan kebangkitaNya. (Roma 7 : 23 -25; bd. Lukas 9 : 21,22. Yesaya 44:23; 49:13; 52:9; 54:1; 1 Korintus 15: 55,56).

Mengucap Syukur karena iman kita akan janji-janji Tuhan (Yohanes 3:16, Yohanes 14:2-3, Ibrani 13:5, Filipi 4:19, Yeremia 29:11, Mazmur 34:8, Kolose 1:12-14, Yehezkiel 36:26-27, Mazmur 23, Mazmur 37:23-24, Bilangan 6:24-26, Yohanes 14:27, 1 Tawarikh 16:34, Keluaran 23:20, Mazmur 121:2-8, Mazmur 91:14-16, Filipi 4:13, Filipi 4:7, Matius 11:28, Yesaya 40:31, Roma 10:9, Roma 6:23)

“Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan.”
(Mazmur 119:2).

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28).

Pengucapan Syukur yang dilaksanakan secara bersama baik dalam konteks umat atau jemaat bahkan dilaksanakan serentak disemua wilayah Minahasa pada saat Pesta Natal dan Pesta Paskah, karena hal ini didasarkan pada “IMAN” maka bersifat Sakral dan bukan acara sekuler. Bahwa pelaksanaan Pesta dan Kemeriahan Pengucapan Syukur itu pada Pesta Natal dan Paskah, hari-hari tersebut adalah Puncak Perayaan Iman sebagaimana Liturgi Gereja.

Pengucapan Syukur yang tidak dilaksanakan secara bersama, bersifat terbatas dan bersifat pribadi yang dilakukan untuk apa saja, kapan saja dan dimana saja. Hal ini tidak perlu diatur kapan pelaksaannya karena didorong oleh iman masing-masing orang percaya sebagaimana seruan dalam 1 Tesalonika 5:18: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap syukur baik dalam keadaan suka maupun duka.

Tiga hal yang dijabarkan diatas yang menjadikan Pengucapan Syukur di Minahasa menjadi sangat Kristiani, Pengucapan Syukur itu menjamin Peningkatan Iman karena bukan sekedar pesta dan hura-hura yang mengikis dan mengurangi ketiga makna Pengucapan Syukur tersebut.

Ketika Pengucapan Syukur itu ditetapkan waktu dan pelaksaannya tanpa dasar liturgis dan iman, maka Pengucapan Syukur itu akan terkesan Sekuler, dan celakanya cendrung hedonis dan konsumtif.

Dengan ditetapkan oleh Pemerintah hari pelaksanaan pengucapan syukur maka Pemerintah telah masuk dan mencampuri terlalu jauh urusan yang bersifat sakral. Dan tentunya hal ini semestinya bukan urusan Pemerintah. Lembaga agama yang lebih berkompeten untuk mengurusi hal ini, walaupun tetap ada batas-batas tertentu karena bersifat iman yang sangat-sangat pribadi yang harus dihormati.

Tanggal 07 Agustus 2016 sebagai hari yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Tomohon sebagai hari Pengucapan syukur Kota Tomohon, merupakan hari Pengucapan Syukur “Pemerintah Kota Tomohon”.

Hal yang perlu kita waspadai adalah jangan sampai kebijakan Pemerintah ini justru menjadi jerat bagi masyarakat Kota Tomohon untuk terjebak dalam sikap dan sifat rakus, konsumtif, dan hedonis. IMAN akhirnya entah kemana. Kebijakan Pemerintah akhirnya menjadi Batu Sandungan.

Jangan sampai Pengucapan Syukur ini menjadi ajang pesta pora, hura-hura berserta ekses-ekses negatif yang biasanya turut dalam kegiatan semacam itu. Jika hal ini terjadi maka Pengucapan Syukur hanyalah ajang pemborosan dan ajang perlombaan “Makang Enak dan Makang Puji”.

Selamat ber-Pengucapan Syukur.

 

Ferlansius Pangalila SH MH
(Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulawesi Utara)

Author: editorialsulutnews.com

Portal Berita Online di Sulawesi Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s