Indihome disoal konsumen di Tomohon

ESN – Langkah strategis yang dilakukan PT Telekomunikasi Persero berkaitan persaingan informasi sebagai akibat melemahnya Program Speedy, maka dibijaki dengan Indihome. Namun sangat disayangkan mekanisme sosialisasi yang kurang jelas alias KJ, kini masyarakat yang sudah terlanjur menjadi pelanggan, merasa dirugikan akibat kebijakan sepihak.

Diungkapkan Deputi Pencegahan dan Pengawasan Yayasa Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Sulawesi Utara Dani Tular, bahwa selang perjalanan program Indihome pada beberapa bulan terakhir, konsumen merasa dirugikan akibat sosialisasi yang tidak jelas. “Kami telah menerima laporan dari sejumlah konsumen yang telah terjebak dalam program Indihome PT Telkom,” ungkap Dani Tular.

Disampaikannya, seharusnya PT Telkom Tbk dalam melaksanakan program baru wajib memikirkankan resiko terhadap konsumen. “Program sosialisasi yang tidak transparan akhirnya memastikan jebakan terhadap konsumen. Pasalnya, penawaran sambungan Indihome versi PT Telkom Tbk melalui para sales/avenger) berhasil melakukan jebakan, akibat promomosi penawaran pembayaran bulanan bervariasi tanpa nilai tetap. Hal inilah, menjadi penyebab konsumen mempersoalkannya,” jelas Tular.

Berkaitan dengan itu, dari hasil investigasi lapangan soal sambungan Indihome bertarif sesuai penawaran awal senilai 350 ribu rupiah per bulan yang akhirnya seiring perjalanan dinaikkan menjadi 420 ribu per bulan, sudah disoal. “Sesuatu yang dapat disimpulkan sebagai kebijakan lelucon karena adanya informasi yang disampaikan pada setiap pelanggan adalah soal kenaikan tarif bulanan menjadi sekitar 500-an ribu rupiah dengan konsekwensi mengecewakan sebab terjadi pengurangan saluran/channel termasuk penggunaan memakai sistim ‘kuota internet’ tanpa pemberitahuan saat menjadi pelanggan,” tukas Tular.

Untuk itu, YLPK Sulut menyikapi persoalan ini, sekaligus bakal melakukan gugatan ‘class action’ atas kebijakan sepihak yang akhirnya para pelanggan merasa dirugikan.

(Red01/ST)

Advertisements

There is one comment

  1. Dennis

    Betul,,sejak pertama memang TELKOM tidak transparan kepada calon pelanggan,,ketika menjadi pelanggan INDIHOME baru saya tahu bahwa telkom menerapkan batasan kuota (FUP) tak ubahnya seperti speedy dulu dengan sistim paket…belum lagi harga awal 400an ribu per bulan… bulan ini saya membayar rek saya 500an ribu dengan rinciannya yang tidak jlas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s